Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

TVRI Buka Ruang Edukasi, DPPKB Kutim Perkuat Gerakan “Cap Jempol Stop Stunting”

Redaksi by Redaksi
10 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
TVRI Buka Ruang Edukasi, DPPKB Kutim Perkuat Gerakan “Cap Jempol Stop Stunting”
279
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Kutai Timur — Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat dukungan baru dari sektor media penyiaran publik. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TVRI Kaltim yang telah membuka ruang khusus bagi DPPKB untuk menyosialisasikan program “Cap Jempol Stop Stunting”.

“TVRI memberikan kita wadah atau tempat untuk bersosialisasi tentang Cap Jempol Stop Stunting. Di sana kita membuka kolaborasi dan kerja sama dengan media dalam menyampaikan pesan penting ini,” ujar Junaidi.

Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga penyiaran publik menjadi pintu strategis dalam memperluas edukasi mengenai pencegahan stunting. Melalui siaran TVRI, informasi terkait gerakan Cap Jempol tidak hanya menjangkau wilayah perkotaan, tetapi juga masyarakat di desa-desa yang mengandalkan televisi sebagai sumber informasi utama.

Selain memperkenalkan konsep dan tujuan Cap Jempol, forum bersama TVRI tersebut juga dimanfaatkan untuk menjelaskan bagaimana program ini mengedepankan leadership collaboration antara pemerintah, kader, dan masyarakat.

Lebih jauh, Junaidi menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk mengedukasi publik mengenai pemanfaatan Basis Data Nomor Induk Kependudukan dan Keluarga Berisiko Stunting (BNBA-KRS).

“Di forum itu kita menjelaskan bagaimana data BNBA-KRS diperoleh, dimanfaatkan, hingga diverifikasi dan divalidasi untuk dijadikan dasar perencanaan. Jadi masyarakat tahu bahwa data itu bukan sekadar angka, tapi benar-benar menjadi pijakan intervensi pemerintah,” terangnya.

Melalui penyebaran informasi yang lebih masif, DPPKB berharap masyarakat semakin memahami bahwa penanganan stunting tidak hanya berbasis bantuan, tetapi juga berbasis data dan perencanaan matang.

Ia juga berharap sinergi dengan TVRI dapat terus diperluas untuk menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat.

“Penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Peran media dalam mengedukasi masyarakat sangat membantu kami di lapangan,” tutupnya. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
DPPKB Kutim Siap Launching Program “Cap Jempol Stop Stunting” 27 Oktober, Staf Kepresidenan Dijadwalkan Hadir

DPPKB Kutim Siap Launching Program “Cap Jempol Stop Stunting” 27 Oktober, Staf Kepresidenan Dijadwalkan Hadir

DPPKB Kutim Siap Luncurkan Program “Cap Jempol Stop Stunting”, Staf Kepresidenan Dijadwalkan Hadir 27 Oktober

DPPKB Kutim Siap Luncurkan Program “Cap Jempol Stop Stunting”, Staf Kepresidenan Dijadwalkan Hadir 27 Oktober

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved