TELUK PANDAN – Abdul Wahab, pengasuh Ponpes Nidaussunnah, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam atas bantuan tersebut. Ia menceritakan bahwa sebelumnya, air sungai yang digunakan seringkali tercemar limbah peternakan, membuatnya tidak layak untuk bersuci, apalagi dikonsumsi.
“Air itu tidak layak untuk bersuci, padahal itu kebutuhan dasar kami sebagai umat Islam. Alhamdulillah, sekarang santriwati-santriwati kami sangat terbantu dengan adanya sumur bor dan penampungan air ini,” ungkap Abdul Wahab.
Selain membangun sumur bor, program TMMD di ponpes ini juga melengkapi fasilitas dengan penampungan air berkapasitas 4.000 liter. Tak hanya itu, sebagai bagian dari kegiatan fisik, TMMD juga melakukan perbaikan pada halaman pesantren seluas 416,12 meter persegi serta memasang instalasi air dan listrik.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, beserta Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, dan perwakilan dari Kodam VI/Mulawarman, menunjukkan perhatian lebih. Mereka berinteraksi langsung dengan para santri dan bahkan menguji hafalan Al-Qur’an mereka. Meskipun baru satu tahun berdiri, ponpes tersebut telah berhasil mendidik beberapa santri dengan hafalan hingga 3 juz.
Abdul Wahab juga menyampaikan bahwa kehadiran TMMD telah menambah motivasi para santri untuk membentuk karakter diri. Ia berharap pembenahan fasilitas umum seperti pondok pesantren dan fasilitas publik lainnya dapat terus berlanjut di masa depan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa program TMMD sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, percepatan pembangunan wilayah melalui TMMD adalah kunci untuk memastikan setiap warga dapat merasakan hasil pembangunan secara merata, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan vital seperti air bersih.
“Keberhasilan proyek di Ponpes Nidaussunnah menjadi salah satu bukti nyata bahwa TMMD berperan penting dalam mewujudkan akselerasi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil,” singkatnya. (ADV/ProkopimKutim/BK)


