Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

Kepala DPPKB Kutim Apresiasi TVRI Dukung Sosialisasi “Cap Jempol Stop Stunting”

Redaksi by Redaksi
10 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
Kepala DPPKB Kutim Apresiasi TVRI Dukung Sosialisasi “Cap Jempol Stop Stunting”
2
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Kutai Timur – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi, menyampaikan apresiasi kepada pihak TVRI Kaltim yang telah memberikan ruang khusus bagi DPPKB untuk menyosialisasikan program “Cap Jempol Stop Stunting” kepada masyarakat luas.

“TVRI memberikan kita wadah atau tempat untuk bersosialisasi tentang Cap Jempol Stop Stunting. Di sana kita membuka kolaborasi dan kerja sama dengan media dalam menyampaikan pesan penting ini,” ujar Junaidi, Kamis (9/10/2025).

Menurutnya, kolaborasi bersama lembaga penyiaran publik seperti TVRI menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Melalui program ini, DPPKB Kutim dapat menjelaskan secara langsung apa itu Cap Jempol Stop Stunting, tujuan, serta bentuk kolaborasi kepemimpinan (leadership collaboration) yang dibangun di dalamnya.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut juga menjadi sarana penting untuk mengenalkan pemanfaatan data Basis Data Nomor Induk Kependudukan dan Keluarga Berisiko Stunting (BNBA-KRS).

“Di forum itu kita menjelaskan bagaimana data BNBA-KRS diperoleh, dimanfaatkan, hingga diverifikasi dan divalidasi untuk dijadikan dasar perencanaan. Jadi masyarakat tahu bahwa data itu bukan sekadar angka, tapi benar-benar menjadi pijakan intervensi pemerintah,” terangnya.

Ia berharap kerja sama dengan media seperti TVRI dapat terus diperluas, tidak hanya dalam konteks sosialisasi, tetapi juga dalam upaya membangun kesadaran kolektif untuk menurunkan angka keluarga berisiko stunting di Kutim.

“Penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Peran media dalam mengedukasi masyarakat sangat membantu kami di lapangan,” tutupnya. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
DPPKB Kutim Gandeng Dinas Pendidikan, Program Sekolah Lansia Siap Berjalan Satu Tahun Ajaran

DPPKB Kutim Gandeng Dinas Pendidikan, Program Sekolah Lansia Siap Berjalan Satu Tahun Ajaran

1.800 Warga Kutim Ikuti SunMoRun, Bupati Ajak Olahraga Jadi Gaya Hidup

1.800 Warga Kutim Ikuti SunMoRun, Bupati Ajak Olahraga Jadi Gaya Hidup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved