SANGATTA – Kesuksesan produk air minum dalam kemasan (AMDK) Sangattaqua, yang diluncurkan oleh Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur (Kutim) beberapa waktu lalu, telah memicu gelombang optimisme baru. Tidak berpuas diri, inovasi ini kini menjadi pemicu untuk menduplikasi kesuksesan serupa di desa-desa yang memiliki potensi sumber air melimpah, seperti Kaliorang dan Selangkau.
“Kami tidak akan berhenti pada Sangattaqua saja. Kami memiliki optimisme yang tinggi, dan desa-desa seperti Selangkau memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan produk air kemasan andalannya sendiri,” ungkap Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menekankan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi hingga ke tingkat desa.
Desa Selangkau, yang dikenal dengan julukan “desa air,” menjadi salah satu fokus pengembangan utama. Potensi sumber air jernih yang dimilikinya dinilai sebagai modal berharga untuk menciptakan produk AMDK khas desa.
“Identitas Desa Selangkau sebagai ‘desa air’ bukanlah tanpa alasan. Ini adalah anugerah sumber daya alam yang harus kita kelola dengan maksimal untuk kesejahteraan warganya,” tutur Ardiansyah.
Menghadapi kuartal terakhir tahun 2024, koordinasi intensif antara Pemkab Kutim dan Perumdam TTB dengan perangkat desa telah dilakukan. Fokusnya adalah mematangkan kesiapan teknis, termasuk penyediaan peralatan dan mesin produksi yang memadai untuk menjamin kualitas produk.
“Tantangan saat ini adalah memastikan kesiapan infrastruktur di tingkat desa. Kami membutuhkan perangkat yang memadai untuk menghasilkan produk yang tidak hanya layak, tetapi juga berkualitas tinggi dan aman dikonsumsi,” jelas Bupati, seraya menantikan laporan progres dari tim teknis.
Inisiatif pengembangan di dua desa ini bukan hanya tentang menciptakan merek baru, melainkan tentang membangun sebuah ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Keberhasilan Sangattaqua menjadi bukti konsep (proof of concept) bahwa BUMD dan potensi desa dapat bersinergi menciptakan nilai tambah.
Selain di dua desa tersebut, Bupati juga menyebut potensi pengelolaan sumber air baku di Telaga Batu Arang untuk memperkuat pasokan air bersih di wilayah Sangatta Utara dan Selatan.
“Kami diberkahi dengan banyak sumber air baku. Ini adalah kepercayaan diri kami untuk memajukan daerah, tidak hanya di pusat kabupaten, tetapi merata hingga ke pelosok,” tegasnya.
Dengan langkah strategis ini, pemerintah daerah berharap dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Kehadiran produk-produk AMDK lokal dari desa diharapkan menjadi tonggak baru dalam mewujudkan kesejahteraan melalui pemberdayaan potensi lokal yang unggul dan berkelanjutan. (ADV/ProkopimKutim/BK)


